By. Mabipai.B.Pigome-Wajahmu selalu terbayang dalam termenung tidurkuTertenggung, aku terrenung kisah kepergiaanmu
Sejak dahulu, benarkah engkau pergi kepada yang Maha
Kuasa
bergetar luluh perih hati ini melepasmu,
Bulir air mata jatuh tak tertahan lagi, untukmu Ayah,
Termenung dalam hening jiwa selalu Bertanya
bergetar luluh perih hati ini melepasmu,
Bulir air mata jatuh tak tertahan lagi, untukmu Ayah,
Termenung dalam hening jiwa selalu Bertanya
Dimanakah Ayah...?
Kuingin bertemu denganmu,
Tetapi itu hanyalah kepedihan hatiku,
Aku mencari dalam tidur ku pun tak bertemu,
Hatiku bertanya lagi
Benarkah engkau sudah telah pergi...?
Meski kini kau telah pergi dan tiada
sampingku,,
Namun, namamu tetap tertulis didalam benak hatiku,
Namun, namamu tetap tertulis didalam benak hatiku,
Aku menanyis untukmu seorang Ayah,
Hanya air mata yang bercerita padaku,
Apakah anda dengar tangis dan rinduku...?
Aku mencari dalam mimpiku pun,
Tak pernah bertemu,
Namun tiada kau disampingku
Aku tetap anakmu,,
Engkau tetap Ayahku,
Asrama
Cenderawasi IX Papua Gorontalo No.Kamar 20 Oleh
Beatus Pigome
Tidak ada komentar:
Posting Komentar