Social Icons

Pages

Featured Posts

Kamis, 03 Maret 2016

Ibu Kaulah Pahlawan ku

Setiap malam terus  terbayang kisah cinta kasih dari pahlawan ku
Aku sunggu percaya seorang ibu adalah sang pahlawan tanpa menuntut balas jasa,

Ibu kau sunggu luar biasa
Kau menyusiuai aku
Kau menggendong aku
Kau mengajar aku cara hidup anak tanpa ayah
Kau mengajar aku tugas dari laki-laki
Kau mengajar aku cara bawa anak panah
Kau mengak aku pergi sekolah

Mamaaaa….Maaf aku,
Aku sudah jauh dari kebaradaan mu
Tapi aku yakin keberadaan beda wilayah bukan memisahkan dan melupakan
Antara kau dan aku
Aku yakin pasti suatu saat kita akan berkumpul kembali seperti dulu

Mamaaaaa….
Bila Tuhan memberikan umur panjang
Aku akan membalas kasih sayang dari mu itu,

Sunggu Besar Kasih Sayang seorang Ibu kepda anaknya.

Gorontalo, 26 Februari 2016
pukul. 01.13.WITA (Malam)
Asrama Cenderawsi Papua IX No.Kmr.20 Lat.2
Oleh Beatus.Waine.Pi




Selasa, 09 Februari 2016

Guru Berbenah Dogiyai Dou Ena


Ilustrasi,Google .Com/KM
Oleh : Agustinus keiya
kabarmapegaa,com-lIni bukan kisah tapi sejarah,Setiap langkah kekecewaan kebijakan semu Mampu mendidik siswa di bangku terhormat 
Wahai guru Kaulah pahlawan tanpa jasa beragam kebijakan semu demi pendidikan Benahi pendidikan “Dou peu” Dengan bermodal suara Menjadi pendidikan Dogiyai 
“Dou ena” Andaikan tak ada guru,tak ada yang menyuarakan Pendidikan dogiyai mati terbawa raja siang Bagimu anak negeri tak ada harapan Terkubur sudah impian yang ada didalam
Sadarilah....!! Wahai kau berhati rupiah,Tak tahu muaranya anak tanpa guru mati maka, terkuburlah sudah pendidikan di bawa kaki gunung Dogiyai
Ooo...guru-ku Dogiyai! 
Kau tetap semangat dan tabah Meski dihadang teriknya pendidikan Demi tugas muliamu Kendatipun kecewa dilandanya Hendaknya kau menderita di dogiyai demi raih gelar abadi di akhirat Jasamu akan diperhitungkan.
 
 
Lihat pula:
https://kabarmapegaa.blogspot.com/2015/11/guru-berbenah-dogiyai-dou-ena.html

Rabu, 03 Februari 2016

Tanggal 14 Februari 2016

Hariku, seperti biasa kulakukan, minum mabuk
Jemari serta minsedku tak selancar Imam Bonjol
Nadi dan kelonggaran tubuh tak seibarat Atlet
Menengok sekalipun tidak

Tak apalah,,
Aku masih disini
Tempatnya yang sama bersama sebotol Alkhol
Penuh kehangcuran dan ketidakpastian
Kericuan dan kepedihan
Sunggu! Tak berarti apalah bagi-Nya pun.

Tapi,
Terang itu datang bersama harinya pagi
Wajah dan otakku mulai bercermin
Mengingatkan lingkaran penaku di kalender
Tepat hari ini, tertanggal 14 Februari

Entalah hari ‘Vallentine’
Penuh cinta dan kasih sayang
Aku pun tak lupa kado dan ucapan selamatku bagimu, Sherly
Mat hari ‘vallentine’ sayang.


Oleh: Fabby Makoma Pigome

Kamis, 28 Januari 2016

RINDU YANG TAK BISA HAPUSKAN

Oleh Agustinus Keiya

Tak ku sangka rindu
Rinduku telah kutuliskan di batu
ombak dan badai menghembus
tak kan pernah menghapusnya

mama....
Ini anakmu
yg kau puji juga kau hormati
kini kau telah tiada
adakah waktu luangmu
demi rasa hormatmu padaku.

Beta kah melihat anakmu
yg bosan menunggumu
ataukah memang takdir.

KAWAN KAU PERGI & TINGGALKAN KENANGAN


Almarhum Natalis Iyai
 KAWAN KAU PERGI DAN TINGGALKAN KENANGAN (Selamat Jalan Sahabat)

Tertenggung  membaca kisah kepergiaanmu,
Bergetar hati ikut bersedih,
Bulir air mata pun jatuh tak tertahan,
Termanggu dalam hening jiwa,
Adik jago….Natalis Iyai ….

Terkenang  kata-kata yang pernah kau ungkapkan,
Teringat senyum yang pernah kau hadirkan  terhadap kami Mee Yokaa Gorontalo
Terpesona ceritamu yang  terhibur buat kami,
Nilai semangat  dan persahabatan yang kau perna cipta sejak tahun 2015
Masih terukir dalam benak hati kami

sahabat….. Natalis Iyai
Meski kini kau telah tiada,
Namun, namamu tetap tertulis di dalam benak hati  kami “Mee Yokaa Gorontalo”,

Selamat jalan Sahabat, dan Selamat
Lepaskan semua lelah dan deritamu,
Tersenyumlah kembali pada SANG PENCIPTA

Kami yang menangis kepergianmu,
Kami yang terdiam tak bisa berkata,
Pergilah sahabat, adik yang pernah kami sayangi,
Kami tetap mendoakan mu,
Agar Arwa mu di terima oleh Bapa di Surga
Oleh Beatus Pigome

Jumat, 22 Januari 2016

AYAH KAU PERGI UNTUK SELAMANYA TINGGALKAN CERITA PADA KU


By. Mabipai.B.Pigome-Wajahmu selalu terbayang dalam termenung tidurku
Tertenggung
, aku terrenung kisah kepergiaanmu
Sejak dahulu, benarkah engkau pergi kepada yang Maha Kuasa
bergetar luluh perih hati ini melepasmu,
Bulir air mata jatuh tak tertahan
lagi, untukmu Ayah,
Term
enung dalam hening jiwa selalu Bertanya
Dimanakah Ayah...?

Kuingin bertemu denganmu,
Tetapi itu hanyalah kepedihan hatiku,
Aku mencari dalam tidur ku pun tak bertemu,
Hatiku bertanya lagi
Benarkah engkau sudah telah pergi...?
Meski kini kau telah pergi dan tiada sampingku,,
Namun
, namamu tetap tertulis  didalam benak hatiku,
Aku menanyis untukmu seorang Ayah,
Hanya air mata yang bercerita padaku,
Apakah anda dengar tangis dan rinduku...?
Aku mencari dalam mimpiku pun,
Tak pernah bertemu,
Namun tiada kau disampingku
Aku tetap anakmu,,
Engkau tetap Ayahku,
Asrama Cenderawasi IX Papua Gorontalo No.Kamar 20 Oleh Beatus Pigome



Jalan Pasti ada Tujuan yang Bisa Kita Tempuh

Oleh  Mabipai.B.Pigome   
Jalan Pasti ada Tujuan yang Bisa Kita Tempuh
 
Dalam perjalanan ini, jalan yang sangat mengedihkan lubuk hati anak Negri
Derita selalu menambah,
Anak Manusia Hilang diatas rimbah hijauh setiap detik,
Kawanku relah berusaha menemui manusia yang telah hilang,
Dan menghapus derita anak Negri
Tetapi, tak bisa menemui dan menhapuskan semuanya,
Dan kita sama-sama yakin dan percaya bahwa,
Persoalan yang terjadi ini bukan menghancurkan perjuangan
Tetapi
suatu hari saat nanti kenyataan ini  akan berakhir,
Namun bagimanapun CINTA kita bertahan teguh,
Karena cinta ini tak bisa terbawah Oleh Gelombang
Dan kuyakin apa yang kita pikirkan
Saat ini
Akan terwujud indah pada waktunya
Dalam keadaan bagimanapun,
Akan selalu ada tetap terukir sampai kapanpun
Karena CINTA yang kita punya
Dan juga karena CINTA yang kita RASA
Kita semuanya punya CINTA, dan SAYANG
Asrama Cenderawasi IX Papua Gorontalo No.Kamar 20
Oleh Beatus Pigome
(Hidup dan Mati ditengah Gelombang, dan terus  lambaikan Bendera)


 
Blogger Templates